Starbucks Cebu
Dia menyapaku dalam bahasa asing. Mungkin Cebuanos. Atau Tagalog. Entahlah. Aku pernah berdosa bilang Papap mirip Fidel Ramos; jadi aku menerima karma bahwa orang2 lokal Pulau Cebu dan Mactan ini mengira aku anaknya Fidel Ramos :). Setelah beberapa kali aku menjawab dalam Bahasa Inggris, dia mulai sadar bahwa aku orang asing.
“So where are you from?”
“I’m from Jakarta.”
“Oh, Indonesia? Are you in holiday here?”
“Not really. I will attend a conference in Mactan tomorrow.”
“What conference?”
“It is a regional meeting of the IEEE. The Institute of Electrical and Electronics Engineers.”
“So you are an electronics engineer?”
“Yeah.”
“Wow, you must be good in mathematics.”
Dan tiba-tiba aku sadar bahwa aku memang masih di Starbucks, dengan keramahan dan keluarbiasaannya :). Hey, electronics engineers itu ahli matematika, bukan tukang solder. Proud of Starbucks and all its barristas.

para barista memang banyak yang pintar
Belutz
9 Mar 10 at 22:57