Jul 16, 2010 -
Uncategorized
No Comments
Uncategorized
No Comments Mars ABRI
Zaman orba. Seorang mahasiswa menunggu bis kota. Sambil melamun ia menyiulkan lagu “Mars ABRI.” Entah dari mana, segerombolan preman cepak langsung mengerumuninya. Tanpa kata pengantar, deretan hantaman, sepakan, terjangan diterima tubuh malang si mahasiswa.
Puas menghajar, para preman cepak meninggalkan si mahasiswa terkapar. “Itu upahnya kalau menyiulkan pelesetan Mars ABRI,” kata seorang penghajar.
Si mahasiswa masih coba membalas, “Itu … bukan …. peles … pelesetan.”
Satu preman kembali, “Membantah kau ya? Kami tahu. Kalau mahasiswa yang menyiulkan, pasti pelesetannya!” Lalu memberikan sepakannya yang terakhir.