Matematika
No Comments Menjahili Neumann
Ini adalah saduran dari Bab 83 dari buku Eurekas & Euphorias. Bab ini khusus menceritakan tentang John von Neumann, satu dari segelintir matematikawan luar biasa yang pernah terekam jejaknya di muka bumi. Minat Neumann meluas dari fisika teoretis, konsep matematika dan komputasi, game theory, ekonomi, dll. Ia juga berperan dalam penemuan komputer dan penciptaan bom atom. Di luar urusan serius, ia hafal banyak buku, kata demi kata, dan bisa melafalkan buku-buku itu secara terbalik kata demi kata, tanpa salah sama sekali. Namun sekali ia tak sengaja “dikerjai” rekan-rekannya.
Dua orang rekan Neumann berdiskusi seharian tentang suatu problem matematika. Setelah diskusi panjang, salah satu memutuskan membawa kalkulator besar pulang dan melakukan perhitungan di rumah. Esok harinya, ia kembali dengan wajah kuyu. Ia mengerjakan lima kasus dari problem itu, yang semuanya terus meningkat kompleksitasnya, dan baru bisa tidur jam 4 pagi.
Tak lama, datanglah Neumann. Si matematikawan pertama (Goldstein) mencoba menyampaikan problem mereka ke Neumann. Reaksi Neumann saat itu: mari kita coba dengan beberapa kasus. Ia memaparkan contoh kasus. Si matematikawan kedua diam saja. Neumann memejamkan mata, merenung dalam waktu 5 menit menyampaikan 4 tahap penyelesaian kasus itu. Diam-diam si matematikawan kedua membenarkan. Waktu Neumann berpikir lagi, sekitar 5 menit, si matematikawan kedua menceletukkan solusi dari kasus kelima. Neumann kaget. Ia meneruskan menghitung dalam hati, dan perlu sekitar 5 menit lagi untuk akhirnya menyimpulkan: “Ya, tadi itu benar.”
Tapi kemudian Neumann malah meluangkan sekitar 30 menit untuk membayangkan: bagaimana mungkin formula serumit itu bisa dipecahkan lebih cepat dari metode yang dipikirkannya. Akhirnya ia menyerah juga. Tak dibayangkannya bahwa si matematikawan itu telah meluangkan satu malam penuh, dengan kalkulator meja, untuk mencapai yang ia lakukan dalam 15 menit hanya dalam hati itu.
[Gambar dari Wikipedia]