Feb 13, 2011 - Matematika    No Comments

Menjahili Neumann

Ini adalah saduran dari Bab 83 dari buku Eurekas & Euphorias. Bab ini khusus menceritakan tentang John von Neumann, satu dari segelintir matematikawan luar biasa yang pernah terekam jejaknya di muka bumi. Minat Neumann meluas dari fisika teoretis, konsep matematika dan komputasi, game theory, ekonomi, dll. Ia juga berperan dalam penemuan komputer dan penciptaan bom atom. Di luar urusan serius, ia hafal banyak buku, kata demi kata, dan bisa melafalkan buku-buku itu secara terbalik kata demi kata, tanpa salah sama sekali. Namun sekali ia tak sengaja “dikerjai” rekan-rekannya.

Dua orang rekan Neumann berdiskusi seharian tentang suatu problem matematika. Setelah diskusi panjang, salah satu memutuskan membawa kalkulator besar pulang dan melakukan perhitungan di rumah. Esok harinya, ia kembali dengan wajah kuyu. Ia mengerjakan lima kasus dari problem itu, yang semuanya terus meningkat kompleksitasnya, dan baru bisa tidur jam 4 pagi.

Tak lama, datanglah Neumann. Si matematikawan pertama (Goldstein) mencoba menyampaikan problem mereka ke Neumann. Reaksi Neumann saat itu: mari kita coba dengan beberapa kasus. Ia memaparkan contoh kasus. Si matematikawan kedua diam saja. Neumann memejamkan mata, merenung dalam waktu 5 menit menyampaikan 4 tahap penyelesaian kasus itu. Diam-diam si matematikawan kedua membenarkan. Waktu Neumann berpikir lagi, sekitar 5 menit, si matematikawan kedua menceletukkan solusi dari kasus kelima. Neumann kaget. Ia meneruskan menghitung dalam hati, dan perlu sekitar 5 menit lagi untuk akhirnya menyimpulkan: “Ya, tadi itu benar.”

Tapi kemudian Neumann malah meluangkan sekitar 30 menit untuk membayangkan: bagaimana mungkin formula serumit itu bisa dipecahkan lebih cepat dari metode yang dipikirkannya. Akhirnya ia menyerah juga. Tak dibayangkannya bahwa si matematikawan itu telah meluangkan satu malam penuh, dengan kalkulator meja, untuk mencapai yang ia lakukan dalam 15 menit hanya dalam hati itu.

[Gambar dari Wikipedia]

Oct 24, 2010 - Uncategorized    No Comments

About Me

A bit about me …
Me is Apple’s personal management system. It also synchronize Mac, iPhone, and web data (mail, contact, calendar). You can access me at me.com.
Me is a version of MS Windows. It was an improvement of Windows 98 — visually similar.
Me is the country-code top-level domain of Montenegro. You can access me at domain.me.
ME is an academic or professional master’s degree in the field of engineering.
Me, self, or this are keywords used in instance methods to refer to the object on which they are working.

And about I …
I is roman number for 1
I is the ninth alphabet character
I represents electrical current
I also represents imaginary number — it is the square root of -1

“You should say I am instead of I is!”

Jul 16, 2010 - Uncategorized    No Comments

Mars ABRI

Zaman orba. Seorang mahasiswa menunggu bis kota. Sambil melamun ia menyiulkan lagu “Mars ABRI.” Entah dari mana, segerombolan preman cepak langsung mengerumuninya. Tanpa kata pengantar, deretan hantaman, sepakan, terjangan diterima tubuh malang si mahasiswa.

Puas menghajar, para preman cepak meninggalkan si mahasiswa terkapar. “Itu upahnya kalau menyiulkan pelesetan Mars ABRI,” kata seorang penghajar.

Si mahasiswa masih coba membalas, “Itu … bukan …. peles … pelesetan.”

Satu preman kembali, “Membantah kau ya? Kami tahu. Kalau mahasiswa yang menyiulkan, pasti pelesetannya!” Lalu memberikan sepakannya yang terakhir.

Mar 9, 2010 - Uncategorized    1 Comment

Kami dan Kalian

Saat kita berubah mengikuti frame, kita bukan terlena. Kita terbawa diskursus bersama mengenai peran si frame. Dan aku jadi ingat cerita kesukaan para eksistensialis seperti ini:

Dua orang Yahudi, Simon dan Lev, sedang berjalan bersama, melewati kapel kecil. Ada pengumuman di depannya:

BERGABUNGLAH, DAN DAPATKAN $1000

“Apaan sih?” penasaran mereka. Maka Lev memutuskan mencoba masuk menari tahu. Simon menunggu di luar.

Dua jam kemudian, Lev keluar. Simon tentu menanyakan apa yang terjadi.
“Oh, aku pindah agama,” kata Lev.
“Lalu, kamu dapat $1000 beneran?” tanya Simon.
Lev mengernyitkan kening. “Hanya uang sajakah yang dipikirkan orang Yahudi seperti kalian?”

Dan kita bisa memilih selalu merdeka dan bahagia saat kita memutuskan diskursus kita sendiri, yang tak membelenggu.

Mar 2, 2010 - Matematika    2 Comments

Starbucks Cebu

Dia menyapaku dalam bahasa asing. Mungkin Cebuanos. Atau Tagalog. Entahlah. Aku pernah berdosa bilang Papap mirip Fidel Ramos; jadi aku menerima karma bahwa orang2 lokal Pulau Cebu dan Mactan ini mengira aku anaknya Fidel Ramos :). Setelah beberapa kali aku menjawab dalam Bahasa Inggris, dia mulai sadar bahwa aku orang asing.

“So where are you from?”
“I’m from Jakarta.”
“Oh, Indonesia? Are you in holiday here?”
“Not really. I will attend a conference in Mactan tomorrow.”
“What conference?”
“It is a regional meeting of  the IEEE. The Institute of Electrical and Electronics Engineers.”
“So you are an electronics engineer?”
“Yeah.”
“Wow, you must be good in mathematics.”

Dan tiba-tiba aku sadar bahwa aku memang masih di Starbucks, dengan keramahan dan keluarbiasaannya :). Hey, electronics engineers itu ahli matematika, bukan tukang solder. Proud of Starbucks and all its barristas.

Sep 4, 2009 - Indonesia    1 Comment

Ibukota Provinsi

“Ibukota Sulawesi Utara apa?”
“Manado.”
“Gimana sih? Ditanya malah balik nanya.”

“Ma, ibukota Bali apa ya?”
“Denpasar.”
“Huuh. Deden mau belajar. Malah disuruh belanja.”

“Ani, Ibukota Kalimantan Timur apa?”
“Samarinda.”
“Ani pelit. Rinda, ibukota Kalimantan Timur apa?”

“Ini satu lagi, Ani. Ibukota Sulawesi Tenggara apa?”
“Kendari.”
“Ani pelit. Udah tahu Ndari lagi nggak masuk.”

“Tok, ibukota Banten apa?!”
“Serang!”
“Bilang aja nggak tahu. Pakai marah-marah.”

“Ibukota Aceh apa sih?”
“Banda Aceh.”
“Pilek ya? Aceh itu yang di ujung utara Sumatera itu loh. Apa ibukotanya?”

“Ibukota Sumatera Barat?”
“Padang.”
“Oh, belum jadi kota ya?”

“Ibukota Riau?”
“Pekanbaru.”
“Iya, Pe. Kamu masih baru. Tapi tahu kan ibukota Riau?”

“Ibukota Jambi?”
“Jambi.”
“Iya, Jambi. Apa ibukotanya?”

“Hayo, kalau ibukota Sulawesi Selatan apa namanya?”
“Makassar.”
“Ee, ini Mama sudah halus. Apa namanya ibukota Sulawesi Selatan?”

“Ibukota Malaysia?”
“Loh. Malaysia kan belum jadi provinsinya Indonesia?”

Jul 18, 2009 - Uncategorized    1 Comment

Tukang

Dua orang pesakitan berkenalan di penjara kerajaan tetangga. Ternyata keduanya tukang. Jadi lebih akrab, mereka mulai menceritakan asal-usul mereka ditangkap.

“Saya disuruh pasang pagar di Gedung Parlemen. Pagarnya tinggi sekali. Saya agak heran, dan terpaksa bertanya, ‘Buat apa pagar setinggi itu?’ Pengelolanya menjawab, ‘Buat mencegah pencuri masuk.’ Saya tambah penasaran dan bertanya lagi, ‘Bagaimana kalau pencurinya sudah di dalam sana?’ — dan tiba-tiba saya sudah dimasukkan penjara. Aneh ya?”

“Negara ini memang aneh. Saya cuma tukang pipa. Disuruh memperbaiki kran air di kantor Perdana Menteri. Baru saya periksa, datang orang yang fotonya sering saya lihat di mana-mana, yang sambil tersenyum bertanya, ‘Bagaimana?’ Lalu saya jawab, ‘Sistem di sini sudah berkarat semua. Dari atas sampai bawah harus diganti semuanya.’ — dan tiba-tiba saya diseret juga ke penjara.”

Ya, negeri aneh.

Jul 15, 2009 - Scientist    1 Comment

Sumber: Feynman

/* Salah satu candaan di site ini diculik Mr Harry Sufehmi ke Facebook. Dan sebagai pembalasan, maka candaan Mr HS di salah satu mail group diculik ke sini */

Di Institut Teknologi California (Caltech), kehormatan sudah menjadi budaya. Maka ujian sering dilakukan secara take home dan open book. Pada sebuah mata ujian Fisika untuk mahasiswa tahun-tahun pertama, tertulis petunjuk pengerjaan sebagai berikut:

You have 3 hours.
You may use your class notes and Feynman.

Feynman di sini mengacu ke Buku Kuliah Fisika tiga jilid yang ditulis oleh Richard Feynman.

Namun setelah membaca petunjuk itu, seorang mahasiswa nekat membawa soal ujiannya menyeberang kampus, menuju ruang kerja Richard Feynman. Ia menunjukkan soal itu kepada Feynman dan menyatakan bahwa ia boleh secara sah meminta bantuan Feynman mengerjakan soal itu. Feynman menatap soal itu, dan menyetujuinya. Maka Feynman mengerjakan soal itu kurang dari setengah jam.

Tentu saja hasilnya sempurna.

Jul 12, 2009 - Uncategorized    No Comments

Humor UU-ITE

Bu Hakim di sebuah Pengadilan Negeri kota X baru tiba di rumahnya, dan langsung tertawa keras-keras.

Suaminya penasaran. “Ada apa sih? Kayak abis nahan ketawa lama sekali?

Ada humor lucu bener di Internet. Hahahahahahahahahaha,” Bu Hakim meneruskan tawanya.

Humor? Ceritain donk!

Duh. Nggak bisa. Itu humor menghina Kepala Negara. Aku baru memvonis penulisnya 5 tahun penjara dengan UU ITE gara-gara humor itu.

Pages:1234»